
Gas Air Mata: Efek Sementara yang Menyimpan Bahaya Tersembunyi
Gas air mata kerap dianggap hanya menimbulkan dampak sesaat, seperti mata perih atau sesak napas. Namun, paparan berulang atau dalam dosis tinggi ternyata dapat memicu kerusakan permanen pada tubuh, mulai dari kebutaan hingga gangguan pernapasan kronis.
Dampak Serius pada Mata dan Penglihatan
Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, gas air mata mengandung bahan kimia yang mengiritasi mata, saluran pernapasan, dan kulit. Meski efek awalnya bersifat sementara, paparan jarak dekat atau berulang bisa menyebabkan luka bakar pada mata.
“Bekas luka di jaringan mata dapat mengganggu aliran air mata, memicu peningkatan tekanan intraokular, dan akhirnya menyebabkan glaukoma—penyebab kebutaan permanen,” jelasnya. Selain itu, kerusakan protein di lensa mata juga berpotensi memicu katarak, yang bila tidak ditangani bisa berujung pada hilangnya penglihatan.
Risiko pada Sistem Pernapasan
Tidak hanya mata, paru-paru dan tenggorokan juga rentan mengalami kerusakan. Gejala seperti batuk darah, sesak napas, atau penyempitan bronkus bisa muncul segera setelah terpapar. Bahkan, efek tertunda seperti pneumonitis hipersensitif dapat terjadi 1-2 minggu kemudian.
“Penderita asma dan perokok lebih berisiko mengalami gejala parah,” tambah dr. Santi. Pada kasus ekstrem, gas air mata yang kedaluwarsa atau disimpan sembarangan bisa berubah menjadi racun seperti phosgene dan sianida, memperparah kerusakan organ.
Efek pada Kulit, Pencernaan, dan Psikologis
Kulit yang terpapar bisa mengalami peradangan hingga luka bakar permanen. Sementara itu, jika bahan kimia tertelan atau terhirup ke saluran pencernaan, gejala seperti muntah, diare, atau nyeri perut mungkin muncul.
Di sisi lain, gas air mata juga memicu dampak psikologis, seperti panik, disorientasi, atau trauma—terutama jika paparan terjadi di ruang tertutup atau selama kerusuhan. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia lebih berisiko mengalami gejala berkepanjangan.
Kesimpulan
Meski dirancang untuk melumpuhkan sementara, gas air mata tidak sepenuhnya aman. Paparan jangka panjang atau dosis tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan permanen, baik secara fisik maupun mental. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama dalam situasi yang berisiko memicu paparan bahan kimia ini.