Triatlon, sebuah ajang olahraga yang menuntut ketahanan fisik dan mental, menggabungkan tiga disiplin sekaligus: renang, bersepeda, dan lari dalam satu rangkaian kompetisi. Salah satu sosok yang rutin menekuni olahraga ini adalah dr. Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter yang juga aktif sebagai atlet triatlon.
Mengenal Lebih Dekat Triatlon
Triatlon bukan sekadar gabungan tiga jenis olahraga, melainkan ujian ketahanan yang memadukan renang, bersepeda, dan lari secara berturut-turut. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengoptimalkan stamina, kecepatan, dan strategi.
Rutinitas Latihan dr. Tirta
Sebagai seorang triatlet, dr. Tirta menjalani jadwal latihan yang ketat namun terstruktur:
- Variasi latihan harian: Setiap hari, ia bergantian melatih ketiga cabang olahraga tersebut.
- Target jarak: 30 km bersepeda, 10 km lari, dan 1,8 km berenang per hari.
- Pelengkap latihan: Fleksibilitas tubuh dijaga dengan yoga, sementara kekuatan otot dibangun melalui angkat beban.
- Hari istirahat: Tetap aktif dengan latihan ringan seperti peregangan atau latihan lengan bawah.
Rekomendasi Olahraga untuk Kesehatan
Bagi yang ingin berolahraga demi kebugaran tanpa target kompetisi, dr. Tirta memberikan beberapa saran:
- Durasi ideal: 150 menit per minggu, bisa dibagi dalam beberapa sesi.
- Jangan lupakan hari istirahat untuk pemulihan otot.
- Pemula sebaiknya memulai dengan intensitas ringan dan durasi yang realistis.
Keseimbangan adalah Kunci
dr. Tirta menegaskan bahwa olahraga berlebihan justru dapat berdampak buruk. Kunci utama adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, istirahat, dan konsistensi. Triatlon mungkin berat bagi sebagian orang, tetapi prinsip moderasi dalam berolahraga berlaku untuk semua kalangan.






