Cemas Baca Berita Negara? Simpen Penjelasan Psikolog Soal Dampaknya!

0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

# Merasa Cemas Baca Berita? Psikolog Jelaskan Kapan Harus Waspada

Tak jarang, berita seputar situasi negara membanjiri layar kaca dan media sosial. Lalu, apakah normal jika kita merasa gelisah setelah menyimak informasi tersebut?

Menurut psikolog Meity Arianty, kecemasan semacam ini sebenarnya hal yang alamiah. Namun, ada titik di mana kekhawatiran bisa berubah menjadi masalah serius jika tidak dikendalikan dengan tepat.

## Kecemasan Akibat Berita: Reaksi yang Wajar

Meity menjelaskan bahwa rasa takut atau was-was setelah membaca atau menonton berita terkait kondisi negara adalah respons yang normal.

*”Perasaan cemas berlebihan pasca melihat berita demo atau konflik politik memang wajar, tapi intensitasnya bisa berbeda-beda pada tiap orang,”* ungkap Meity dalam wawancara dengan *Kompas.com*, Sabtu (30/8/2025).

Ia menambahkan, teori kecemasan menyebutkan bahwa emosi ini sering muncul akibat informasi yang diterima, terutama jika menyangkut aspek keamanan dan stabilitas. Artinya, saat seseorang menyaksikan konflik, alam bawah sadarnya bisa langsung menganggapnya sebagai ancaman.

## Dampak Kecemasan pada Kesehatan Mental

Paparan berita di media sosial dan televisi memang bisa memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Meity menyebut hal ini lumrah karena manusia secara alami memiliki empati terhadap situasi yang penuh ketidakpastian.

*”Media, baik dalam bentuk visual maupun verbal, bisa memicu respons emosional yang kuat karena kita cenderung ikut merasakan ketegangan dari konflik yang terjadi,”* jelasnya.

Kecemasan seperti ini tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, kekhawatiran justru bisa meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian seseorang terhadap lingkungan sekitar. Namun, jika terus-menerus terpapar, emosi negatif dapat menumpuk dan mengganggu kestabilan mental.

## Kapan Kecemasan Mulai Berbahaya?

Meski normal, kecemasan akibat berita bisa berkembang menjadi gangguan serius jika dibiarkan. Meity menyebut, tanda bahaya muncul ketika rasa cemas bertahan lama dan mulai mengganggu rutinitas sehari-hari.

*”Jika kecemasan berlangsung terus-menerus hingga menghambat aktivitas, itu bisa menjadi indikasi gangguan kecemasan yang perlu penanganan lebih lanjut,”* tegasnya.

Misalnya, ketika seseorang sulit berkonsentrasi bekerja, mengalami gangguan tidur, atau terus merasa takut meski berada di lingkungan yang aman, maka perlu ada evaluasi lebih mendalam.

Meity menyarankan agar setiap orang menyeimbangkan kebutuhan informasi dengan kondisi emosionalnya.

*”Penting untuk menjaga keseimbangan antara mendapatkan informasi yang relevan dan mengelola dampak emosionalnya,”* ujarnya.

Salah satu langkah sederhana adalah mengurangi durasi membaca atau menonton berita yang memicu kecemasan. Jika konten dirasa terlalu mengganggu, sebaiknya beristirahat sejenak dari media sosial dan platform berita.

*”Misalnya dengan membatasi paparan berita yang memicu stres dan beralih ke aktivitas yang menenangkan atau mendukung kesehatan mental,”* katanya.

## Tetap Update, tapi dengan Bijak

Meity menekankan bahwa masyarakat tetap perlu mengakses informasi terkini, namun dengan mengatur durasi dan frekuensinya. Hal ini penting agar kecemasan tidak berubah menjadi stres berkepanjangan.

*”Jika Anda merasa sudah terganggu, sebaiknya hentikan dulu konsumsi berita yang berdampak buruk pada mental,”* sarannya.

Dengan cara ini, kita tetap bisa mengikuti perkembangan isu penting tanpa mengorbankan kesejahteraan psikologis.

Merasa cemas setelah melihat berita tentang kondisi negara adalah hal yang manusiawi. Reaksi ini bahkan mencerminkan empati kita terhadap situasi sosial yang tidak stabil. Namun, penting untuk mengenali batasannya agar kecemasan tidak lepas kendali.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Posts

Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial

Tidak ada konten yang dapat ditemukan atau diproses dari sumber yang diberikan. Informasi yang dimaksud mungkin tidak tersedia atau formatnya tidak sesuai untuk diekstraksi. Pastikan data yang ingin dibaca sudah…

Mandiri, Berencana, dan Penuh Ambisi

Tidak ada konten yang dapat diproses atau disajikan ulang karena sumber informasi yang diberikan kosong. Untuk melanjutkan, diperlukan teks atau data awal yang jelas agar dapat diolah menjadi artikel dengan…

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

You Missed

Waspada! Efek Samping Dexamethasone yang Mematikan Jika Dikonsumsi Tanpa Resep Dokter

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 61 views
Waspada! Efek Samping Dexamethasone yang Mematikan Jika Dikonsumsi Tanpa Resep Dokter

Siloam Hospitals Kebon Jeruk Luncurkan Pusat Bedah Robotik Pertama di Indonesia, Inovasi Revolusioner!

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 56 views
Siloam Hospitals Kebon Jeruk Luncurkan Pusat Bedah Robotik Pertama di Indonesia, Inovasi Revolusioner!

Wabah Kusta Kembali Mewabah di Romania Setelah 4 Dekade, Ini Respons Pemerintah Soal Risikonya

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 54 views
Wabah Kusta Kembali Mewabah di Romania Setelah 4 Dekade, Ini Respons Pemerintah Soal Risikonya

2 Masalah Kesehatan Gusi yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Silent Killer!

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 59 views
2 Masalah Kesehatan Gusi yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Silent Killer!

Turunkan Gula Darah dengan Cepat! Dokter Ungkap Cara Ampuh Kembalikan Ke Normal

  • By Admin
  • December 17, 2025
  • 58 views
Turunkan Gula Darah dengan Cepat! Dokter Ungkap Cara Ampuh Kembalikan Ke Normal

Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial

  • By Admin
  • December 7, 2025
  • 50 views
Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial