Norma Sosial atau Berlebihan? Ini Kata Psikolog Soal Batasannya

0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Pamer atau Berbagi? Memahami Fenomena Flexing di Media Sosial

Media sosial kerap dipenuhi unggahan tentang gaya hidup mewah, liburan eksklusif, atau kesuksesan karier. Perilaku yang dikenal sebagai *flexing* ini sering dinilai negatif, tetapi menurut Psikolog Klinis Maria Fionna Callista, tidak selalu demikian. Kuncinya terletak pada niat dan cara melakukannya.

“*Flexing* sebenarnya tidak salah selama dilakukan dalam konteks sehat dan proporsional,” jelas Fionna dalam wawancara dengan Kompas.com (3/9/2025). Menurutnya, fenomena ini memiliki dua sisi—bisa menjadi hal positif atau negatif, tergantung motivasi di baliknya.

Apakah Flexing Selalu Buruk?

Fionna menegaskan bahwa *flexing* tidak selalu bermakna negatif. Justru, dalam banyak kasus, ini bisa menjadi bentuk penghargaan terhadap usaha dan pencapaian pribadi. Beberapa orang bahkan memanfaatkannya sebagai sarana menyebarkan motivasi.

Contohnya, seseorang yang baru meraih promosi jabatan lalu membagikan kisahnya di media sosial. “Bisa jadi tujuannya baik, seperti memberi semangat agar orang lain tidak menyerah meraih impian,” ujarnya. Dengan kata lain, *flexing* yang bijak dapat menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Kapan Flexing Berubah Menjadi Tidak Sehat?

Meski memiliki manfaat, Fionna mengingatkan bahwa *flexing* bisa berbahaya jika dilakukan secara berlebihan, terutama jika tujuannya sekadar ingin terlihat lebih hebat daripada orang lain. “Masalah muncul ketika *flexing* tidak mempertimbangkan situasi dan audiens,” tegasnya.

Efeknya bisa merugikan, seperti membuat orang lain merasa direndahkan atau minder. “Ini bisa mengurangi rasa percaya diri orang lain dan menciptakan kesan merendahkan,” lanjutnya. Dalam kondisi seperti ini, *flexing* kehilangan nilai positifnya dan justru menimbulkan ketidaknyamanan sosial.

Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi niat sebelum berbagi pencapaian. “Apakah tujuannya sekadar berbagi kebahagiaan, atau mencari pengakuan?” tanya Fionna.

Validasi: Dorongan di Balik Flexing

Fionna juga mengungkap faktor psikologis yang mendorong *flexing*. Sebagian orang melakukannya bukan untuk berbagi, melainkan karena membutuhkan validasi dari orang lain. “Ini bisa terjadi ketika seseorang tidak mendapat pengakuan yang cukup di lingkungannya,” paparnya.

*Flexing* menjadi cara untuk mengisi kekosongan kepercayaan diri. “Mereka mungkin merasa lebih dihargai setelah mendapat respons positif dari luar,” tambahnya. Namun, jika terus bergantung pada validasi eksternal, seseorang bisa terjebak dalam pola membandingkan diri secara tidak sehat.

Kesimpulan

*Flexing* di media sosial tidak serta-merta buruk. Jika dilakukan dengan niat berbagi dan dalam porsi wajar, ia bisa menjadi alat apresiasi diri dan motivasi. Namun, jika berubah menjadi ajang pamer berlebihan demi pengakuan, dampaknya justru merugikan diri sendiri dan orang lain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Posts

Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial

Tidak ada konten yang dapat ditemukan atau diproses dari sumber yang diberikan. Informasi yang dimaksud mungkin tidak tersedia atau formatnya tidak sesuai untuk diekstraksi. Pastikan data yang ingin dibaca sudah…

Mandiri, Berencana, dan Penuh Ambisi

Tidak ada konten yang dapat diproses atau disajikan ulang karena sumber informasi yang diberikan kosong. Untuk melanjutkan, diperlukan teks atau data awal yang jelas agar dapat diolah menjadi artikel dengan…

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

You Missed

Waspada! Efek Samping Dexamethasone yang Mematikan Jika Dikonsumsi Tanpa Resep Dokter

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 63 views
Waspada! Efek Samping Dexamethasone yang Mematikan Jika Dikonsumsi Tanpa Resep Dokter

Siloam Hospitals Kebon Jeruk Luncurkan Pusat Bedah Robotik Pertama di Indonesia, Inovasi Revolusioner!

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 57 views
Siloam Hospitals Kebon Jeruk Luncurkan Pusat Bedah Robotik Pertama di Indonesia, Inovasi Revolusioner!

Wabah Kusta Kembali Mewabah di Romania Setelah 4 Dekade, Ini Respons Pemerintah Soal Risikonya

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 55 views
Wabah Kusta Kembali Mewabah di Romania Setelah 4 Dekade, Ini Respons Pemerintah Soal Risikonya

2 Masalah Kesehatan Gusi yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Silent Killer!

  • By Admin
  • December 18, 2025
  • 60 views
2 Masalah Kesehatan Gusi yang Sering Diabaikan, Bisa Jadi Silent Killer!

Turunkan Gula Darah dengan Cepat! Dokter Ungkap Cara Ampuh Kembalikan Ke Normal

  • By Admin
  • December 17, 2025
  • 59 views
Turunkan Gula Darah dengan Cepat! Dokter Ungkap Cara Ampuh Kembalikan Ke Normal

Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial

  • By Admin
  • December 7, 2025
  • 51 views
Temukan Aroma Khas untuk Setiap Momen Spesial